Ingin menulis artikel tapi masih juga bingung dan takut salah? Ataupun jika sudah memulai menulis tapi masih belum merasa bahagia menulis artikel? Nah, mungkin ini saatnya untuk membaca tips ala Andrias Harefa.

Bagi seorang penulis tentu penting memiliki perasaan bahagia ketika menulis. Karena sejatinya menulis adalah menyalurkan emosi yang sedang dirasakan jiwa, serta menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Jika tidak ada perasaan bahagia ketika menulis artikel, maka apa yang dirasakan dan dipikirkan tidak akan tersalurkan dengan baik.

Andrias Harefa adalah seorang penulis yang sudah menulis lebih dari 35 buku best seller, pendiri komunitas penulis yang bernama Writer Scholen. Komunitas ini juga sudah melatih 300 penulis dan sudah melahirkan lebih dari 30 penulis. Andrias Harefa juga merupakan seorang trainer yang sudah berpengalaman selama 20 tahun.

Bagaimana 5 tips bahagia menulis artikel ala Andrias Harefa?

1. Menulis Artikel Adalah Pekerjaan Tangan

Menulis artikel, sama seperti kemampuan lain, adalah hal yang dapat dipelajari oleh setiap orang. Seperti halnya dengan memasak makanan. Kemampuan memasak makanan tidak lantas ujug-ujug dimiliki oleh seseorang, namun melalui proses, yakni proses belajar, dengan mencoba secara langsung.

Menulis artikel adalah pekerjaan tangan, artinya tidak membutuhkan kecerdasan ekstra. Cukup tulis apa yang ada dalam pikiran, tuangkan semua gagasan dalam benak, karena hal tersebut yang membuat kita bahagia dalam menulis artikel, ada perasaan lega di dalamnya. Setelah itu kita tingkatan kualitas menulis dengan pembiasaan.

2. Hadirkan Perasaan Kepepet

Menghadirkan perasaan kepepet dapat membuat kita bergerak untuk menulis artikel dikarenakan terdesak batas waktu. Misalnya jika tidak menulis kita akan kehilangan orang yang kita cintai. Pasti kita akan mengambil keputusan logis dengan segera menulis agar dapat menyelamatkan orang yang kita cintai.

3. Berhenti Menjadi Orang Pintar

Orang pintar cenderung takut memulai menulis. Mereka juga cenderung membangun kebiasaan merasa semakin pintar dengan banyak mengkritik orang lain. Maka dalam menulis artikel, hendaknya kita mengizinkan diri melakukan kesalahan, karena dari kesalahan kita tahu mana yang benar, sehingga dapat terus memperbaiki kesalahan dalam menulis artikel.

4. Berikan Definisi Sendiri Mengenai Menulis Artikel

Definisi menulis artikel bisa jadi berbeda bagi setiap orang. Ada yang mengartikan menulis artikel adalah bentuk aktualisasi diri, sebagai sumber penghasilan ataupun bentuk melatih pikiran agar kritis terhadap suatu persoalan.

Maka berikan definisimu sendiri dalam menulis artikel, karena dengan memberikan definisi sendiri, hal tersebut akan memacu kita menulis artikel dan membuat kita memiliki perasaan bahagia menulis artikel dikarenakan kebutuhan kita dapat terpenuhi.

5. Tentukan Cita-Cita dalam Menulis Artikel

Cita-cita adalah tujuan yang hendak dicapai, begitu pula cita-cita menulis artikel. Kita bisa memikirkan apa yang hendak dicapai dari menulis artikel. Misalnya melalui artikel, kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan begitu mereka dapat menerapkan ilmu untuk kehidupan yang lebih baik, hal itu sah saja.

Apa pun tujuan lain yang ingin kita capai dari menulis artikel, maka kejarlah. Dengan kita memiliki cita-cita dalam menulis artikel, hal tersebut akan memacu kita untuk menulis, dan dalam melakukan hal tersebut juga dengan perasaan bahagia karena tidak ada keterpaksaan.

Begitulah tips bahagia menulis artikel ala Andrias Harefa yang dapat kita terapkan agar semakin semangat dan termotivasi untuk menulis artikel. Dengan kita merasa bahagia melakukan sesuatu, maka tidak mustahil akan tercipta karya-karya yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *