Smartphone atau telepon pintar adalah alat elektronik yang saat ini keberadannya sangat lazim dimiliki tiap manusia. Nama ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 namun, baru 10 tahun terakhir kehadirannya sangat terasa di masyarakat.

Smartphone diciptakan dengan tujuan mempermudah kehidupan manusia, namun tidak jarang kita melihat manusia yang diperintah oleh alat ini bukan malah sebaliknya. Penggunaan secara berlebihan pada alat ini dapat mengurangi kepekaan terhadap lingkungan sekitar, berkurangnya interaksi sosial, tidak jarang ditemui dua orang duduk bersama namun sibuk dengan smartphone masing-masing. Sejak kemunculan smartphone, kejahatan yang dilakukan melalui internet atau biasa disebut cyber crime pun marak terjadi.

Dengan mudahnya akses penggunaan internet yang disediakan smartphone memberikan kesempatan yang lebih besar bagi para pelaku untuk melakukan aksinya, penculikan, pencurian, serta penipuan bukan hal yang tidak sering terjadi. Selain itu, efek alat ini bagi kesehatan juga tidak boleh diabaikan, smartphone memancarkan radiasi yang memiliki efek jangka panjang, yaitu sakit kepala serta tumor, apabila digunakan secara berlebihan.

Banyaknya hal negatif yang disebabkan oleh alat elektronik ini tidak menutupi keinginan manusia untuk memiliki alat ini, hal ini disebabkan oleh manfaat yang ditimbulkan smartphone pada kehidupan sehari-hari. Dengan smartphone, jarak serta waktu tidak menjadi masalah, segala hal bisa diselesaikan dengan mudah, tidak seperti dulu yang harus menunggu beberapa hari untuk menunggu kabar dari kolega atau teman.

Tersedianya smartphone dikalangan masyarakat juga menopang penuh efek globalisasi, pencampuran kebudayaan, serta pertukuran informasi yang bisa dengan mudah didapat. Alasan lain mengapa smartphone banyak diminati adalah karena bentuknya, alat yang sederhana ini memiliki banyak sekali kegunaan, seperti namanya smart, yang berarti pintar. Rasanya seperti membawa banyak barang dalam satu alat.

Dari efek-efek diatas dapat dilihat bahwa smartphone mengubah gaya hidup manusia secara signifikan, salah satunya adalah berkurangnya interaksi sosial, sangat disayangkan mengingat selogan terkenal smartphone adalah mendekatkan yang jauh, mungkin kalimat tesebut dapat diubah menjadi mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Berkurangnya interaksi sosial ini menjadikan menusia mahkluk yang tidak peka terhadap sekelilingnya, tidak salah bila kemudian rasa apati juga menyebar di dunia.

Selain itu, mudahnya mengakses informasi mengharuskan manusia untuk lebih pintar serta selektif dalam mempercayai sumber, hal ini bila kemudian digabungkan dengan sifat dasar manusia yang tidak pernah puas maka akan meningkatkan gaya hidup konsumtif. Dengan adanya alat ini, kehidupan manusia terasa menjadi lebih cepat, dan tidak memiliki ketenangan batin serta rasa hampa.

Akan lebih baik, apabila pengguna smartphone juga sepintar alat tersebut dalam penggunaannya sehingga hanya manfaat yang dapat dipetik, dan dapat meminimalisir dampak negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *