Siapa yang tidak suka liburan ke gunung? Jika tidak memiliki kendala dari segi fisik, setiap orang pasti menyukainya. Ketika berada di gunung, ketenangan, kenyamanan, dan rasa kekeluargaan akan didapatkan. Hal ini memang benar adanya mengingat butuh perjuangan lebih untuk bisa sampai ke puncak sana.

Bagi mereka yang merupakan pendaki profesional, mendaki bukanlah perkara sulit. Ini bukan hanya disebabkan oleh pengalaman yang sudah banyak. Selain itu, pendaki profesional juga mengetahui barang-barang penting yang biasanya tidak dipersiapkan oleh para pemula. Tapi, apa saja barang-barang tersebut?

Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih adalah hal pertama yang perlu dipersiapkan ketika hendak liburan ke gunung. Apa manfaat nya? Sudah bukan rahasia lagi jika gunung merupakan tempat yang dingin. Karena rasa dingin tersebut, pendaki pemula akan membawa jaket tebal beberapa buah. Upaya tersebut tentu agar badan bisa merasa hangat saat sampai ke atas sana.

Walaupun hal tersebut bukanlah upaya yang salah, beberapa buah jaket tebal akan mengurangi ruang yang ada di ransel. Selain itu, beratnya pun tidak bisa dianggap remeh. Merupakan hal yang lebih bijak jika membawa jaket tebal satu buah saja dan membawa minyak kayu putih untuk membantu menghangatkan tubuh.

Camilan Berukuran Kecil

Untuk poin ini, setiap orang pasti sudah paham jika camilan merupakan hal yang wajib dibawa ketika hendak liburan ke gunung. Camilan yang dibawa pun berjumlah banyak dengan ukuran yang terbilang besar. Hal ini diharapkan bisa mengganjal perut jika tiba-tiba merasa lapar.

Namun sama seperti di poin sebelumnya, upaya ini juga menghabiskan ruang pada ransel dan menambah beratnya. Akan lebih baik jika membawa camilan berukuran kecil. Hal ini jauh lebih praktis dan cukup mengurangi beban. Camilan yang disarankan sendiri adalah yang sering dijual di warung dengan harga 500 hingga seribu rupiah.

Terpal Berukuran Besar

Jika dua barang sebelumnya berfungsi untuk mengurangi beban, barang ketiga ini justru akan menambah beban. Pendaki pemula pasti sangat malas jika harus membawa terpal saat mendaki. Berat dan ukurannya memang akan sangat menyulitkan jika seorang pendaki tidak memiliki kekompakan dengan rekan-rekannya.

Perlu diingat, ransel seorang pendaki tidak hanya menanggung keperluannya sendiri. Jika diperlukan, ransel itu juga perlu menanggung keperluan dari sesama rekan pendaki. Untuk itu, breefing sebelum keberangkatan memang sangat diperlukan. Untuk fungsinya sendiri, terpal bisa digunakan sebagai alas maupun pelindung saat hujan.

Ingat, mendaki bukanlah tentang seberapa nyaman diri kita dalam prosesnya. Lebih dari itu, mendaki adalah tentang seberapa nyaman kelompok kita dalam prosesnya. Untuk itu, hilangkanlah egoisme pribadi dan persiapkan segalanya dengan lebih baik saat hendak liburan ke gunung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *