Pernahkah Anda mengalami hambatan dalam menulis? Merasa seakan buntu dalam menulis dan rasanya seperti tidak ada ide yang muncul di kepala? Hati-hati, jangan-jangan Anda merasakan writer’s block atau kebuntuan dalam menulis.

Definisi dari kamus Cambridge, writer’s block adalah sebuah kondisi di mana seseorang tidak dapat menciptakan sebuah tulisan atau karya tulis dikarenakan ada sesuatu yang menghalangi. Seakan-akan dalam diri kita terdapat tembok besar yang membuat kita sulit untuk menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan.

Jika kita mengulik sejarah, ternyata kata writer’s block ini telah dipopulerkan oleh seorang psikoanalisis Amerika pada tahun 1940 yang bernama Edmund Bergler.
Penyebab Writer’s Block

Writer’s block ini tentu bisa menjadi hambatan dalam menulis artikel, karena pada kondisi tertentu seseorang seperti tidak tahu apa yang akan ditulis. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui apa penyebabnya, karena dengan mengetahui penyebabnya, akan lebih mudah bagi kita untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

Berdasarkan penelitian dari psikologis yang bernama Jerome Singer dan Michael Barrios tersebut, ada beberapa penyebab seseorang mengalami kebuntuan dalam menulis. Berikut di antaranya:

1. Merasakan Emosi Negatif

Emosi negatif yang dimaksud adalah stres, maupun kesal. Aktivitas sehari-hari yang padat dapat membuat kita kelelahan, dan jika sudah begitu kita merasa mudah kesal dan juga stres. Ketika sudah merasa stres maupun kesal dapat mempengaruhi pikiran kita. Kita tidak bisa jernih berpikir dan mencerna sesuatu. Untuk memulai menulis artikel pun rasanya tentu sulit.

2. Merasa Minder

Perasaan minder dapat menjadi penghalang ide bisa tercurahkan dalam bentuk tulisan. Perasaan minder atau menganggap tulisan diri sendiri masih banyak kekurangan, dapat menghalangi kita untuk “beraksi” untuk menciptakan tulisan artikel. Karena muncul pikiran, “aduh, tulisanku tidak bermutu, tidak layak dibaca”, dan lain-lain.

3. Merasa Sempurna

Merasa sempurna dan dianggap tidak memiliki kekurangan juga dapat membuat kita merasakan writer’s block. Dengan perasaan ingin dianggap sempurna justru membuat kita tidak segera mulai menulis. Di dalam pikiran sudah ada bayangan, nanti kalau artikelku dianggap tidak bagus oleh orang lain, maka aku dianggap tidak berhasil atau sempurna.

4. Kurangnya Penghargaan dari Orang Lain

Semua orang tentu memiliki kebutuhan dasar akan penghargaan, karena hal tersebut juga dibahas oleh Profesor Abraham Maslow, seorang psikolog dalam hierarki kebutuhan. Jika kebutuhan akan penghargaan ini tidak dapat terpenuhi, maka akan menyebabkan seseorang seperti kehilangan semangat atau motivasinya, inilah yang menjadi hambatan dalam menulis artikel.

Cara Mengatasi Writer’s Block

1. Jalan-Jalan atau Berwisata

Jalan-jalan atau berwisata dapat membuat pikiran kita kembali fresh, dengan pikiran kita segar kembali, kita bisa mengurangi hambatan dalam menulis artikel yang kita alami. Kita menjadi lebih mudah menuangkan ide atau gagasan yang sudah mengendap di kepala.

2. Perbaiki Cara Berpikir

Memiliki cara berpikir untuk senantiasa bertumbuh, mengakui bahwa sebagai manusia tentunya juga tidak lepas dari kekurangan maupun kesalahan yang ada, maka hal tersebut bisa menjadi senjata ampuh untuk mengatasi hambatan dalam menulis artikel.

3. Fokus Mengembangkan Kemampuan

Fokus memikirkan bagaimana meningkatkan kemampuan dalam menulis artikel membuat kita terpacu untuk mencari cara bagaimana belajar dan meningkatkan kemampuan. Kita terus mencari cara menulis artikel yang baik dan benar, baik dari ahlinya maupun dari buku-buku atau website yang kita baca.

Memang perasaan writer’s block, hambatan dalam menulis artikel bisa saja dialami oleh setiap penulis, asalkan kita mengetahui dengan betul penyebabnya, kita akan dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Happy Writing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *